January 30, 2019

First Impression: Wuling Almaz

First Impression: Wuling Almaz

KENDARA.ID - Sesuai artikel kami sebelumnya, rencana pertama Wuling di 2019 adalah meluncurkan Wuling Almaz. Diperkenalkan secara soft launching di Sirkuit Sentul (23/1) lalu, Wuling masih belum mengumumkan harga medium SUV ini. Kali ini, kami melalui kru kami Rayshanto Rafi Putra berkesempatan untuk menjajal Wuling Almaz di dealer.

Tampangnya tidak ada perbedaan dibandingkan Wuling SUV yang diperkenalkan di GIIAS 2018 lalu, kecuali pelek 19 inci khusus pameran digantikan dengan pelek aslinya, 17 inci. Di bagian depan, hal yang mencolok adalah keberadaan lampu multi-layer. Lampu sipit diatas merupakan DRL yang merangkap sebagai lampu sein dan lampu senja, lampu projector LED di tengah adalah lampu bi-beam dengan fungsi lampu besar dan lampu dim, serta di bagian bawah ada foglamp halogen.

Bagian belakangnya tak kalah menarik. Seperti Wuling Cortez, Almaz menganut desain ala Audi, terutama dari lekukan bagasi belakang serta lampu belakang yang berada tepat diatas pintu bagasi. Layaknya Wuling Cortez juga, Almaz dilengkapi lampu komplementer di bumper yang mana akan berfungsi apabila bagasi terangkat. Lampu clear di bumper tersebut merupakan lampu mundur, namun apabila bagasi diangkat ia bisa berfungsi juga sebagai lampu sein. Lampu belakangnya sendiri hanya terdiri dari lampu rem bohlam serta lampu sein LED.

Bumpernya juga didesain menarik dengan bagian berkelir hitam doff mengambil porsi yang besar di bumper ini. Elemen menarik lainnya adalah reflektor yang memanjang dari lampu mundur kiri ke lampu mundur kanan. Meski begitu, daerah yang betulan reflektor adalah beberapa cm di sebelah lampu rem komplementer, sisanya di tengah hanya hiasan. Dibawahnya, ada dua lubang knalpot palsu untuk hiasan.

Buka tangki bensin, dan kita jadi tahu bahwa Wuling Almaz cukup menenggak bensin RON 92 alias Pertamax meskipun ia bermesin turbo.

Ruang mesinnya dibuat rapi dengan cover yang mengelilingi mesinnya, kap mesin dicat lengkap dengan peredam. Menggunakan mesin 1.500 cc dengan tenaga maksimal 140 hp dan torsi maksimal 250 Nm, turun dari versi China-nya, Baojun 530 yang dapat menghasilkan angka 150 hp.

Wuling Almaz dilengkapi smart key dengan keyless entry dan start/stop button, pertama kalinya di Wuling. Walaupun belum dilengkapi touch pad dibalik handle pintu, sudah ada tombol yang bisa ditekan untuk membuka kunci.

Masuk ke interior, kita akan disambut oleh hal yang paling mencolok yaitu head unit sebesar 10,4 inci di tengah dashboard. Head unit ini selain untuk multimedia termasuk fungsi mirroring smartphone bernama WulingLink, dapat berfungsi juga sebagai pengatur AC, pemantau tekanan ban, serta pengaturan fungsi mobil seperti waktu auto lock.

Tombol di setir bagian kiri adalah tombol pengaturan MID dan cruise control, sementara di setir bagian kanan ada pengaturan audio dan telepon. Di depan tuas transmisi ada dua colokan USB, satu untuk charging dan satu lagi untuk koneksi ke head unit serta colokan AUX.

Joknya sudah berbahan kulit, walaupun masih kulit sintetis rasanya seperti jok Nappa leather apabila disentuh. Jok elektrik hanya untuk jok pengemudi, tak seperti Cortez yang elektrik di jok penumpang depan juga.

Wuling Almaz hanya ditawarkan dengan transmisi otomatis berjenis CVT, lengkap dengan mode manual yang mensimulasikan transmisi 8-speed. Untuk masuk mode manual, geser tuas ke D, geser kanan dan nikmati mode manual ini dengan mendorong tuas untuk naik gigi dan tarik untuk turun gigi.

Di kondol tengah, selain tuas transmisi anda akan menemukan rem parkir elektrik, tombol auto hold, tombol buka kunci dan mengunci, serta toggle sensor parkir.

Tengok ke atas, anda akan menemui panoramic roof yang sangat besar, lebih besar dari kepunyaan Honda CR-V. Dibagi dalam dua bagian, bagian depan dapat terbuka layaknya sunroof dan yang belakang hanya kaca fixed.

MID ditengah speedometer sudah full TFT full colour, namun minus navigasi seperti pada Cortez. Saat anda menyalakan mobil, akan muncul splash screen seperti ini, tulisan dan logo Wuling Motors. Harusnya sih menurut kami tulisannya cukup 'Almaz', kalau perlu dengan siluet mobilnya seperti MID Kijang Innova atau Xpander.

Duduk di baris kedua, legroom yang tersedia sangatlah besar dan memadai. Lantai juga rata tanpa ada gundukan di bagian tengah. Jok memang tidak bisa dimaju-mundurkan, namun kemiringan sandarannya adjustable, alias bisa reclining. Tersedia akomodasi berupa armrest di bagian tengah, tiga buah headrest yang ketiga-tiganya adjustable serta seatbelt tiga titik untuk ketiga penumpang.

Bagasi belakang sangat luas, bahkan dibandingkan SUV di kelas Medium SUV pada umumnya. Tersedia penutup bagasi untuk melindungi barang anda dari pengintip serta lampu LED untuk menerangi bagasi. Jok baris kedua bisa dilipat rata. Apabila lantai dibuka, ada ban serep full-size walaupun masih berpelek kaleng. Diatas ban serep tersebut ada subwoofer untuk melengkapi 8 speaker Infinity di depan.

Dengan harga estimasi Rp 320 juta, akankah Wuling Almaz mampu merebut share dari kelas low SUV seperti Honda HR-V atau medium SUV seperti Honda CR-V? Kita tunggu grand launchingnya Februari mendatang.