January 7, 2019

Mercedes-Benz CLA 200 AMG line: Entry-Level Mercedes-Benz Sedan

Mercedes-Benz CLA 200 AMG line: Entry-Level Mercedes-Benz Sedan

**KENDARA.ID – **CLA200 AMG line adalah lini produk sedan termurah yang dipasarkan oleh Mercedes-Benz Distribution Indonesia, beberapa waktu yang lalu kami berkesempatan untuk mencoba si sedan mungil ini? Bagaimana impresinya? Simak review kami ini ya!

1. Exterior

Dari segi exterior, bentuk mobil ini sangat striking dan cantik. Striking yang dimaksud disini adalah, bentuknya bisa membuat semua orang menoleh, terlebih unit yang kami coba ini berwarna merah, semakin meningkatkan kesan attention-seeker nya. Grille sudah menggunakan AMG Specific Diamond Grille dengan logo tiga bintang besar di tengah. Grille ini terlihat sangat keren karena sesuai namanya, grille ini seakan terbuat dari berlian yang disusun rapi.

Untuk segi penerangan dia sudah dilengkapi dengan LED High Performance yang sesuai dengan namanya, sangat terang di malam hari.

Dari sisi samping, mobil ini bentuknya melandai ke belakang, tentu saja karena dia merupakan 4-door coupe termurah Mercedes-Benz dan dengan ban berukuran ring 18 dengan motif two tone ini semakin meningkatkan kesan sporty dari mobil ini, kesan baby CLS sangat kuat sekali di bagian samping mobil ini.

Salah satu daya tarik mobil ini adalah bentuk belakangnya yang sangat sleek dan cantik, membuat semua mata tertuju padanya, dan lagi-lagi menguatkan kesan baby CLS-nya. Sayangnya belum tersedia sensor parkir belakang di mobil ini, namun sudah dilengkapi kamera parkir lengkap dengan guidance lines yang bisa bergerak.

2. Interior

Untuk urusan interior memang cenderung biasa saja, mengingat desain luar nya yang sangat agresif dan dramatis, cenderung konvensional untuk desainnya, tetapi build quality mobil ini tidak perlu diragukan lagi, mobil ini juga sudah dilengkapi dengan panoramic sunroof untuk memberikan kesan lega, meskipun begitu, baris row 2 mobil ini terasa sangat sempit, dan untuk orang dengan tinggi diatas 175 cm mungkin akan merasa tidak nyaman jika harus duduk dibaris ke-2 dalam waktu yang cukup lama.

Untuk urusan head unit dia menggunakan Audio 20 dan System Command NTG4.7 yang menurut kami kurang responsif di beberapa settingan menu, untungnya sudah dilengkapi dengan Apple CarPlay dan Android Auto.

Kehadiran panoramic sunroof memberikan kesan lega pada mobil ini, meskipun penutup sunroofnya kami rasa agak tipis sehingga panas matahari masih masuk ke dalam kabin.

Untuk pengontrolan AC sayangnya masih manual dan belum dual-zone, meskipun sudah sangat lengkap pengaturannya.

3. Mesin

Berbeda dengan saudara-saudara diatasnya yang berseri 200 yang menggunakan mesin 2.000 cc turbo, CLA 200 ini dilengkapi dengan mesin 1.600 cc bertenaga 156 PS di 5.000 rpm dan torsi 250 Nm dari 1.250-4.000 rpm dari mesin yang berkode M270 DE 16 AL ini, dia dipadukan dengan transmisi kopling ganda 7 percepatan yang diberi nama 7G-DCT, mobil ini berpenggerak roda depan, cukup menjanjikan mengingat bobotnya yang hanya 1.425 kg saja.

Untuk sektor pengereman sendiri dia menggunakan Ventilated brake dengan model drilled di depan dan solid disc di bagian belakang.

4. Driving Impression

Sebelum kita berjalan, mobil ini dilengkapi dengan 4 mode berkendara, yaitu Comfort, Sport, Eco dan Individual, masing-masing memiliki kegunaannya sendiri, Comfort untuk penggunaan sehari-hari dalam kota, Eco jika ingin menghemat bahan bakar apabila ingin berkendara santai dan menghemat BBM,  Sport jika ingin pengendaraan yang lebih agresif, dan Individual, apa itu Individual? Individual adalah mode dimana kita bisa menyesuaikan respons mobil sesuai keinginan kita, kita bisa membuat mesin dengan kondisi sport, tetapi setir dalam kondisi comfort yang ringan, dan seterusnya.

Karena mobil ini belum memiliki keyless start, kita harus mencolok kuncinya dan diputar ke kanan, mesin menderum halus dan siap jalan, pertama kita coba dalam mode comfort, di mode ini, mobil terasa melaju dengan effortless, delivery power pun sangat smooth, dan overtaking pun sangat mudah di mobil ini hanya dengan menginjak pedal gas lebih dalam di mode comfort, bahkan awalnya saya berfikir mode sport tidak diperlukan, namun saat saya mengubah mode ke sport, mobil ini langsung menjadi buas! Dengan sigap menurunkan gigi dan rpm pun melonjak, memacu adrenalin kami untuk terus menggeber mobil ini, throttle response terasa sangat sigap dan sensitif dengan injakan gas, namun dampaknya memang konsumsi BBM menjadi sedikit boros, cukup dengan Sport, kita pindah ke Eco, disini seolah berubah 180 derajat, mobil menjadi sangat rileks untuk dibawa, mesin tidak meraung-raung tinggi seperti di sport, perpindahan gigi lebih rapat, seolah-olah mobil ini memiliki kepribadian ganda.

5. Verdict

Jadi bagaimana kesimpulan kami terhadap mobil ini? mobil ini sangat lincah untuk digunakan di perkotaan, dan untuk penggunaan dalam kota konsumsi BBM terbilang cukup irit, di rute dalam kota kami berhasil mencatat 10,6 km/l di jam rush hour di daerah Rasuna Said-Tangerang Selatan, untuk rute tol kami berhasil mencatatkna 16 km/l cukup mengagumkan untuk mobil yang bertenaga cukup besar ini.

Pros:

  • Sangat Fun-to-Drive

  • Desain memikat mata

  • Konsumsi BBM

  • Adanya Apple CarPlay dan Android Auto

Cons:

– Interior terasa sempit

– Belum ada sensor parkir

– Headunit kurang responsif