June 19, 2019

Renault Triber — 7 Seater, 1.000 cc, 4 Meter, Siap Masuk Indonesia!

Renault Triber — 7 Seater, 1.000 cc, 4 Meter, Siap Masuk Indonesia!

KENDARA.ID - Sejak Renault Indonesia pindah tangan dari PT Auto Euro Indonesia (Indomobil) ke PT Maxindo Renault Indonesia, Maxindo sudah menjanjikan akan menjual sebuah MPV murah di Indonesia. Janji tersebut sejalan dengan sebuah mobil yang rumornya sudah kencang di India, yaitu mobil dengan kode RBC, yang akhirnya dinamakan Triber.

Hari ini, Triber resmi diluncurkan di India. Yang menarik, Renault mampu membuat mobil dengan tiga baris kursi dengan dimensi dibawah 4 meter. Terdengar tidak bagus, karena mengingatkan kita dengan Datsun Go+ yang baris ketiganya hampir-hampir tidak bisa diduduki. Dengan panjang 3.990 mm, Triber lebih pendek dari Calya-Sigra yang panjangnya 4.070 mm dan beda tipis dengan Datsun Go+ 3.995 mm.

Saat presentasi peluncuran pun, Renault lebih memilih untuk mengunggulkan kapasitas bagasinya apabila kursi baris ketiganya dilepas. Ya, kursi baris tiganya bisa dilepas dan ditaruh di rumah apabila tidak diperlukan. Kursi tersebut terbelah dua, jadi bisa dilepas salah satunya. Menurut data spesifikasi, bagasi Triber apabila kursi tidak dilepas adalah 84 liter. Sebagai perbandingan, bagasi Go+ dengan kursi baris ketiga adalah 48 liter (bisa dibilang hanya muat beberapa buah payung) dan Calya-Sigra 263 liter (muat 4 wadah galon). Artinya, hampir tidak ada bagasi kalau kursi tidak dilepas. Apabila dilepas setengah, dapat 320 liter. Dilepas seluruhnya, 625 liter.

Renault mengatakan ada 4 mode akomodasi Triber, yakni 7-seater mode namanya Tribe mode, 5-seater Life mode, 4-seater (bangku baris kedua kiri dilipat dan baris ketiga kiri dilepas), Surf mode dan 2-seater Camp mode. Belum jelas orang setinggi apa yang bisa duduk di kursi baris ketiga. Namun, setidaknya Renault memberikan semacam gundukan mulai dari baris kedua demi membuat headroom lebih lega. Bentuknya sedikit aneh, tapi sebetulnya tidak terlalu kentara, kami pun butuh waktu untuk menyadari adanya gundukan itu.

Selesai bicara soal akomodasi, kami akan membahas desain. Apabila anda mengira Triber akan mirip Kwid hanya karena satu basis, anda salah. Triber terlihat lebih menarik dari Kwid, biarpun sama-sama mengusung tema crossover. Di bagian depan, bentuknya sudah mendekati Renault 'asli Eropa' seperti Koleos. Lampu depannya sudah projector halogen, tidak ada foglamp tapi ada DRL LED.

Di bagian samping, hal pertama yang akan terlihat adalah garis yang unik di jendela baris kedua dan ketiga. Tak lupa, gundukan di atap untuk memberi headroom seperti yang sudah kami sebutkan. Pindah ke belakang, cukup menarik dengan lampu memanjang dan tulisan 'Triber' di atas plat nomor.

Masuk ke dalam, dapat terlihat dasbor Triber terlihat lebih manis dan kekinian dibanding Kwid atau Duster yang lebih utilitarian. Dua hal yang cukup unik adalah panel speedometer digitalnya yang futuristik dan tombol start/stop engine yang posisinya aneh, yaitu dibawah panel AC, dibawah kompartemen untuk meletakkan ponsel. Di sebelah rem tangan, ada laci console box yang model membuka ke samping, ke arah kanan. Head unit monitornya sudah mendukung Android Auto dan Apple Carplay. Tidak ada tombol audio pada setir, tapi ada kenop volume di sebelah layar, suatu hal yang makin sulit dicari di mobil-mobil jaman sekarang.

Fiturnya cukup lengkap, selain head unit tadi ada 4 airbag, termasuk 2 di dalam jok, kamera parkir, keyless entry, pelek 15 inci dan AC double blower yang disemburkan dari atap dan dari bagian tengah pilar A. Dua fitur yang terakhir sangat mengejutkan, mengingat Triber hanya menggunakan mesin 999 cc 3 silinder dengan tenaga 72 PS dan torsi 96 Nm yang dipasangkan dengan transmisi manual 5-speed dan AMT. Coba lihat saja Calya-Sigra yang tidak berani memasang AC double blower betulan, hanya kipas air circulator. Apalagi Sigra 1.0, hanya berani menggunakan pelek 13 inci untuk mengurangi kerja mesin.

Kans Triber untuk sukses di Indonesia? Tidak terlalu besar. Sebagai kendaraan yang dirancang bersama oleh Renault pusat dan Renault India, Triber dirancang untuk masyarakat India, mengikuti kebutuhan dan selera. Pertama, kabin dipastikan cukup sempit. Kedua, mesin 1.000 cc 3 silinder plus transmisi AMT kurang meyakinkan bagi masyarakat Indonesia. Ketiga, brand image dan aftersales Renault yang juga tidak menarik bagi masyarakat awam. Namun, sebagai sebuah MPV, Triber sudah otomatis menjadi tulang punggung Renault di Indonesia. Maka dari itu, harga menjadi penentu buat nasib Triber di Indonesia.

Karena belum diumumkan, prediksi harganya di India berkisar antara 500.000-750.000 rupee, atau sekitar Rp 100-160 jutaan. Belum pasti berapa harganya apabila masuk Indonesia, namun Maxindo Renault Indonesia dalam beberapa kesempatan menyiratkan bahwa harganya akan mengejutkan dan tidak jauh-jauh dari harga LCGC. Diprediksi, Triber akan segera melantai di ajang GIIAS 2019.