July 30, 2019

Sales Report Mobil Indonesia Jan-Jun 2019 (Semester I)

Sales Report Mobil Indonesia Jan-Jun 2019 (Semester I)

KENDARA.ID - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) telah merilis data retail dan wholesales otomotif roda empat di Indonesia untuk periode Januari-Juni 2019. Data tersebut dapat diunduh dari files.gaikindo.or.id dengan catatan harus membuat akun terlebih dahulu.

Di laman tersebut, tersedia beberapa data. Beberapa diantaranya adalah data retail by brand, data wholesales by brand dan data wholesales per model mobil. Kami akan menggunakan kedua data terakhir untuk kami sajikan disini.

Harap dipahami, retail dan wholesales angkanya cukup berbeda karena retail adalah penjualan mobil dari dealer dan konsumen, sementara wholesales adalah penjualan mobil dari gudang atau pabrik menuju dealer. Retail memang lebih relevan menggambarkan kondisi sesungguhnya, namun sayangnya Gaikindo tidak pernah merilis data retail per model, hanya per merek.

Demi kemudahan anda, kami akan menyajikan data tersebut dengan cara mengelompokkan, menyortir dan membagi model mobil menjadi beberapa kategori.

Perlu diketahui, ada beberapa merek mobil yang mundur atau tidak gabung dalam GAIKINDO, beberapa diantaranya adalah Kia, Proton dan Mercedes-Benz. Maka, data pabrikan tersebut tidak tersedia.

Selain itu, kami mengabaikan angka penjualan mobil Renault karena angka yang tertera kemungkinan besar merupakan data dari PT Auto Euro Indonesia, anak perusahaan Indomobil, yang mana bukan lagi merupakan APM Renault di Indonesia. Peran tersebut digantikan oleh PT Maxindo Renault Indonesia. Artinya, data Renault yang tertera hanya merupakan sisa stok dari tahun lalu, tanpa ada impor baru. Agar adil, kami pun mengabaikannya.

Data Wholesales Semester I by Brand

Data ini merupakan data wholesales per merek. Keterangan: tabel putih merupakan pabrikan yang menjual kendaraan komersial sepenuhnya.

Tercatat wholesales kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia pada semester 1 2019 mengalami penurunan. Di semester 1 2018, wholesales menembus angka 553.651 unit, kemudian di semester 2 2018 mencapai 597.640 unit. Di semester 1 2019, angkanya merosot menjadi 481.577 unit, artinya terjadi penurunan sebesar 13% secara year-over-year (YoY) dibandingkan semester 1 2018.

Di sales report ini, kami juga akan menyajikan data per segmen. Namun sebelum itu, kami ingin menyajikan Top 10 wholesales 2018 dan Top 10 CBU 2018.

Data Wholesales Mobil Semester I by Brand (minus truk)

Agar lebih clean dan sesuai dengan fokus kami yaitu kendaraan kecil selain truk, kami mengeliminasi data wholesales dari pabrikan yang hanya menjual truk sepenuhnya. Untuk Toyota, kami mengeliminasi data wholesales Dyna. Untuk Isuzu, kami hanya melampirkan angka dari data wholesales Panther, MU-X, D-Max dan Traga. Kendaraan komersial ringan (light commercial vehicle, LCV) seperti pick-up, minibus, microbus utuh dan blind van masih termasuk di data ini.

Top 20 Best-Selling Car in Indonesia

Data berikut merupakan 20 mobil terlaris di Indonesia, tidak termasuk light commercial vehicle (LCV) ataupun truk.

Top 10 Best-Selling Imports in Indonesia

Kemudian kami punya kategori khusus, yaitu mobil yang diimpor utuh (CBU, compeletely built up). Kami menyadari jumlah impor mobil cenderung menurun tiap tahunnya karena kebijakan pemerintah yang menggalakkan produksi lokal dan pembatasan impor. Misalnya Suzuki yang terkena pengurangan kuota impor. Akibatnya, ketiga mobil mereka yang impor dari India (Ignis, Baleno, S-Cross) turut berkurang pangsa pasarnya. Berikut adalah Top 10 mobil impor terlaris di Indonesia.

Di semester 1 2018 lalu, jumlah impor kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia mencapai angka 50.181 unit. Kemudian, di semester 2 2018 menjadi 33.967 unit. Di semester 1 2019 turun sedikit menjadi 33.974 unit.

Kategori

Untuk mempersingkat panjangnya artikel, kami akan memisahkan data penjualan per kategori dalam artikelnya masing-masing. Untuk data per kategori dapat diakses dengan klik tautan berikut:

-Sales Report MPV & Van

-Sales Report SUV

-Sales Report Sedan, Hatchback & LCGC

-Sales Report Pick-up & Double Cabin (coming soon)

Disclaimer: Angka yang tertera merupakan wholesales, yaitu pengiriman mobil dari storage ke dealer sehingga bukan merupakan representasi penjualan retail (dealer ke konsumen) yang sebenarnya.

Q&A

Q: Ini data dari mana?

Data tersebut dikumpulkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan dipublikasikan secara terbatas lewat files.gaikindo.or.id. Anda pun bisa mengaksesnya dengan catatan harus membuat akun terlebih dahulu.

Q: Bagaimana dengan merek luxury seperti BMW, Mercedes-Benz dan Lexus?

A: Kategori tersebut bukan prioritas kami, karena yang pertama Mercedes-Benz sudah keluar dari Gaikindo sehingga data wholesales dari pabrikan asal Jerman tersebut tidak tersedia, menjadikannya akan terlihat sepi. Yang kedua, volumenya yang cukup kecil membuatnya cenderung lebih sensitif apabila dipublikasikan secara bebas datanya.

Q: Kok ada yang sampai nol? Padahal produknya masih lumayan laris.

A: Angka yang tertera merupakan wholesales, yaitu pengiriman mobil dari storage ke dealer sehingga bukan merupakan representasi penjualan retail (dealer ke konsumen) yang sebenarnya. Bisa saja penjualan retail sampai 500 unit tapi wholesales nol, dengan mengandalkan stok yang ada di gudang.

Q: Mana Kia?

A: Kia sudah mengundurkan diri dari Gaikindo, otomatis mereka tak punya kewajiban untuk menyetor data wholesales.

Q: Mana Renault?

A: Kami sengaja mengabaikan angka penjualan mobil Renault karena angka yang tertera kemungkinan besar merupakan data dari PT Auto Euro Indonesia, anak perusahaan Indomobil, yang mana bukan lagi merupakan APM Renault di Indonesia. Peran tersebut digantikan oleh PT Maxindo Renault Indonesia. Artinya, data Renault yang tertera hanya merupakan sisa stok dari tahun lalu, tanpa ada impor baru. Agar adil, kami pun mengabaikannya.

Q: Kategori berdasarkan apa?

A: Umumnya berdasarkan penggolongan yang dilakukan media massa Indonesia. Ada kalanya kami sedikit berimprovisasi dengan menyesuaikan sejumlah kelas dengan pertimbangan seperti dimensi, kapasitas mesin, output mesin, kapasitas penumpang dan harga. Kemudian, untuk mobil yang cenderung berada di antara dua kategori, klaim dari pabrikan juga menjadi pertimbangan. Apabila suatu pabrikan mengklaim produk A masuk dalam kelas X atau membandingkannya dengan kelas X, hal tersebut dapat menjadi pertimbangan.