LOADING

Type to search

Suzuki Jimny, Antara Aku Ayah Dan Kakekku

Team Kendara 08 August 2018
Share

Suatu pagi sebelum GIIAS 2018 ayah saya berkata “Jimny Bagus Ya, rasanya tertarik untuk beli mobil ini!” Mungkin perkataan tersebut dipastikan muncul jika anda kaum millenials yang memiliki orang tua yang berkuliah atau mengalami masa muda di era 80an hingga 90an mengingat mobil ini bagi saya merupakan salah satu mobil yang selalu dibeli oleh orang tua mereka selain Corolla DX, BMW Seri 3 E30 dan Civic Wonder mengingat mobil tersebut merupakan salah satu mobil yang punya tongkrongan dan kelas di masanya, apalagi jika orang tua anda selalu mengajak tamasya ke puncak pada hari minggu mobil tersebut rasanya sangat tepat sekali karena pada zaman dulu mobil ini bagi beberapa orang mempunyai kapabilitas jelajah yang sangat baik. Tidak hanya itu saja, mobil ini juga punya sejarah yang mampu di sejajarkan dengan Mercedes Benz G Class dan Land Rover Defender atas pembentukan reputasi yang penuh sejarah panjang. Tak ayal di Indonesia Jimny mempunyai banyak penggemar fanatik dengan kekuatan komunitas yang sangat solid dan sudah bertahan lama melalui Suzuki Jip Indonesia (SJI). Harga dari mobil ini untuk sebuah mobil hobi juga dapat dikatakan masih sangat bertahan untuk mobil yang berumur diatas 30 tahun.

Suzuki Jimny berkode SJ merupakan salah satu mobil dengan usia panjang sejak masa edarnya di era 80an bahkan hingga saat ini , Jimny berkode SJ masih diproduksi di tanah hindustan denggan nama Maruti Gypsy. Di Indonesia, Jimny tidak hanya beredar dengan varian 4×4 saja, mereka juga mempunyai Suzuki Jimny Katana dengan konfigurasi RWD dan varian Double Cabin yaitu Suzuki Jimny Carribean dengan kode SJ413 yang diimpor utuh dari Thailand.

Kehadiran Jimny di Indonesia sudah ada sejak lama, tercatat mobil ini sudah ada sejak generasi dari Jimny berkode LJ80 yaitu Jimny Jangkrik yang sampai saat ini peredarannya masih beredar dengan jumlah cukup banyak. Mobil ini juga masih digemari oleh off roader pemula sebagai mobil yang asyik untuk diajak off road. Adapun generasi tersebut dilanjutkan dengan Jimny berkode SJ yang sampai saat ini masih diproduksi di wilayah hindustan dengan mesin G10A, Jimny generasi ini juga memiliki banyak variasi dan ada varian lima pintu dengan karoseri. Pada generasi ini juga untuk pasar Indonesia Jimny tersedia dalam penggerak roda belakang yang dinamai dengan Suzuki Katana. Mobil ini memang bukanlah sebuah mobil yang enak, bahkan mobil ini terasa sangat basic dengan suspensi yang sangat keras untuk di jalan raya. Kami punya kenangan yang cukup indah dengan dengan mobil ini dimana mobil ini juga merupakan salah satu mobil pertama yang dimiliki oleh ayah saya, mobil tersebut tidak hanya eifisien tetapi juga sangat tangguh. Di Indonesia, Suzuki Jimny atau Katana berakhir produksi pada tahun 2005. Pada saat itu juga, Suzuki mengeluarkan varian Jimny Carribean dengan kode SJ413 yang diimpor utuh dari Thailand.

Jimny berkode SJ diteruskan dengan Jimny berkode JB43 yang hadir sejak 1998 dengan desain yang sangat timeless tanpa mengurangi sejarah dan ciri khas dari Jimny. Mobil ini dipastikan akan menjadi future classic di masa mendatang mengingat populasi dari mobil ini sangatlah terbatas.

Pasca penghentian Jimny berkode SJ pada 1998, Jimny berubah sangat total dengan model yang terasa lebih modern dan kekinian. Sayangnya, pada generasi ini Suzuki Jimny tidak secara langsung dikeluarkan di Indonesia. Mobil ini merupakan salah satu jimny dengan usia terpanjang yaitu 20 tahun masa edarnya sejak 1998 hingga 2018. Jimny berkode JB43 ini merupakan mobil yang sangat langka, walaupun pada akhir usianya dijual hanya 88 unit dan langsung habis sebelum diluncurkan, mobil ini juga menjadi salah satu mobil incaran kolektor bahkan harganya sudah tidak masuk akal. Mobil ini bagi kami merupakan era modern Jimny dengan desain yang kami cukup suka dengan bentuk kecil mengkurva tanpa mengurangi sosok gagah dan berkarakter sebuah jimny. Memang mobil ini bukan selera banyak kaum millenial tapi ini mungkin bisa memberikan angin segar bagi mereka yang suka akan keunikan dan rasa emosional terhadap otomotif. Mungkin jika kaum hawa tergila gila dengan sebuah mini cooper, maka kaum adam pun juga bisa tergila gila dengan sebuah Jimny.

Jimny generasi keempat ini bagi kami adalah usaha Suzuki untuk mempertahankan tradisi mereka sejak kehadiran Jimny pada era 70an. Mengambil desain modern classic mobil ini dengan mudahnya memberikan kekuatan emosional bagi penggemar Jimny, rasanya sangat layak jika mobil ini dijual kembali di Indonesia

Kesuksesan dari Jimny JB43 yang bertahan hampir 20 tahun pun diteruskan dengan mobil berkode JB74. Kesuksesan JB43 yang langsung ludes terjual dalam waktu yang sangat cepat membuat Suzuki Indonesia tidak membuang waktu untuk langsung memperkenalkan Jimny generasi terbaru ini ke khalayak publik di GIIAS 2018. Jimny generasi terbaru ini mengestafetkan sejarah dan tradisi Jimny dari generasi sebelumny dengan nyaris sempurna. Mobil ini memang dibuat lebih mengotak dibanding generasi sebelumnya dan terasa sangat berkarakter dengan desain yang modern klassik. Tidak hanya itu saja, walaupun Suzuki mendatangkan mobil ini hanya untuk tes pasar terbukti jika peminat dari mobil ini sangat banyak. Tidak hanya itu saja, Presiden RI Joko Widodo pernah mengatakan jika Suzuki Jimny merupakan salah satu mobil yang pernah ia gunakan. Selama perhelatan GIIAS peminat dari mobil ini terbilang sangat banyak, dari data yang kami himpun hingga hari ini hampir 300an orang yang berminat dan siap membeli mobil ini dengan estimasi harga antara 250-350 jutaan rupiah. Adapun peminat dari mobil ini ternyata di dominasi oleh pengguna berumur 30-50 tahunan yang mempunyai kekuatan emosional terhadap Suzuki Jimny. Tak ayal jika kami berani mengatakan jika mobil ini layak sebagai sebuah kisah antara seorang Kakek yang sudah memiliki anak dan cucu dengan keterikatan emosional dalam sebuah mobil.

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *