All New Mitsubishi Outlander: Tambah Ganteng, Gunakan Platform Nissan X-Trail!

Untuk pertama kalinya, rival CR-V ini menggunakan platform dan mesin milik Nissan X-Trail baru, menandai era baru Mitsubishi dengan teknologi Nissan.

KENDARA.ID – Mitsubishi Outlander (tanpa Sport) adalah salah satu tulang punggung Mitsubishi di pasar internasional. Diperkenalkan pertama kali pada 2001, namanya kemudian dipakai oleh SUV yang lebih kecil yang kita kenal sebagai Mitsubishi Outlander Sport. Outlander sendiri terakhir kali ganti generasi pada 2012 sebagai generasi ketiga. Berkat kerjasama Renault-Nissan-Alliance, Mitsubishi mengembangkan generasi terbaru Outlander yang baru dirilis untuk pasar Amerika Serikat ini, dengan teknologi Nissan.

Terinspirasi dari mobil konsep Engelberg Tourer, desain Outlander jauh lebih kekar dan mengotak dibanding sebelumnya. Fascia depan menggunakan bahasa desain Dynamic Shield terbaru dengan garis-garis yang lebih tegak. Lampu depan model bertingkat full LED, dengan lampu bagian atas berfungsi sebagai DRL dan lampu sein, lampu utama dan lampu senja di bawahnya, serta foglamp yang sembunyi di bilah krom besarnya.

Bagian samping didukung dengan desain floating roof, baik dari bagian depan dan bagian belakang. Proporsi samping ini juga didukung pelek 20 inci beserta lingkar spakbor yang lebih besar daripada pendahulunya. Mobil ini juga menggunakan spion yang sama dengan X-Trail dan Juke terbaru. Sementara, bagian belakang Outlander baru ini terlihat modis dengan lampu belakang yang slim, dipadu dengan lampu garis LED yang bercabang di bagian ujung luarnya.

Secara dimensi, All New Outlander lebih panjang 15 mm dan lebih lebar 51 mm dibanding pendahulunya, dengan panjang 4.710 mm dan lebar 1.862 mm. Dibandingkan X-Trail baru, mobil ini lebih bongsor karena ia lebih panjang 62 mm. Wheelbase-nya juga ikut memanjang dari 2.670 mm menjadi 2.705 mm, identik dengan wheelbase X-Trail baru. Dengan dimensi membesar, Outlander baru ini tetap menawarkan opsi 7 seater seperti sebelumnya walaupun hanya untuk anak-anak dan bisa dilipat rata. Mobil ini jadi salah satu dari sedikit mobil di kelasnya di Amerika Serikat yang menawarkan bangku baris ketiga.

Desain dasbor Outlander 2022 ini membawa perubahan yang drastis dibanding versi sebelumnya. Terlihat lebih kekinian dan mewah dengan desain yang tergolong minimalis. Desain tersebut merupakan perpaduan dari kisi AC memanjang dari kiri ke kanan, skema warna kontras, dan head unit floating 9 inci yang identik dengan milik X-Trail terbaru. Seperti halnya X-Trail baru, Outlander baru juga dibekali speedometer TFT LCD full digital sebesar 12,3 inci dan tuas transmisi elektronik semi-joystick. Fitur lain seperti memory seat, heads up display, 10 speaker Bose dan panoramic sunroof juga tersedia.

Kesan mewah ditonjolkan dengan opsi genuine leather seat yang dijahit dengan motif diamond baik di jok dan di door trim. Pada gambar yang dirilis Mitsubishi, ada dua skema warna interior yakni hitam-putih gading dan oranye-hitam.

Karena Mitsubishi menggunakan teknologi Nissan, makanya Outlander 2022 ini menggunakan platform Renault-Nissan CMF-CD beserta mesin 2.500 cc yang sama seperti Nissan X-Trail atau Rogue generasi terbaru. Mesin tersebut berkode PR25DD bertenaga 181 hp dan 245 Nm, juga digunakan pada Nissan Altima. Mesin tersebut dipasangkan dengan transmisi CVT8 buatan Jatco, produsen transmisi milik Nissan.

Mitsubishi juga menyediakan opsi AWD dengan nama Super-All Wheel Control (S-AWC), dengan tersedia beberapa drive mode yang dapat dipilih melalui tuas di konsol tengah, berupa Normal, Tarmac, Gravel, Snow dan Mud. Menariknya, tipe 2WD tetap mendapatkan tuas drive mode, namun tanpa mode Mud.

Outlander baru dilengkapi fitur MI Pilot Assist berupa adaptive cruise control, lane keep assist, traffic jam assist, automatic high beam, forward collision monitoring, automatic emergency braking, blind spot warning, and lane-departure intervention traffic sign recognition, dan lainnya. Fitur safety lainnya juga mencakup 11 airbag.

Jadi gak sabar melihat produk-produk Mitsubishi lain dibawah kolaborasi Renault-Nissan-Mitsubishi. Mungkinkah Outlander masuk Indonesia buat menemani Pajero Sport?