Berkendara Dengan Hyundai Palisade: Mewah Banget, Hyung!

Kami berkendara dengan Hyundai Palisade seharian. Bagaimana rasanya?

KENDARA.ID – Semenjak Hyundai Motor Indonesia meluncurkan Palisade pada akhir tahun 2020 lalu, kami selalu takjub setiap kali melihat mobil itu. Sebuah SUV bongsor dirancang untuk pasar Amerika yang berasal dari pabrikan Korea Selatan itu tidak pernah kami bayangkan akan tiba di Tanah Air kita tercinta, apalagi melihat kondisi pasar otomotif Indonesia yang sedang terguncang dikarenakan pandemi COVID-19, kami tidak pernah menyangka bahwa Hyundai akan memasukkan SUV terbesar mereka kemari. Ternyata, Indonesia merupakan negara kedua di dunia setelah Australia yang mendapatkan Palisade dengan format setir kanan, yang berarti Hyundai sangat yakin bahwa Palisade akan diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, kami sangat gembira ketika kami diundang untuk mengikuti acara Media Drive yang diadakan Hyundai pada hari Kamis (4/2) lalu untuk mencoba Palisade seharian penuh. Bertajuk ‘A Remarkable Journey’, acara ini memfokuskan kepada impresi berkendara di berbagai medan, mulai dari jalan perkotaan, kecepatan tinggi di jalan tol, merasakan kenyamanan di jalan daerah yang rusak, serta melewati rute pegunungan yang berkelok.

Acara dimulai jam 9 pagi di titik start yang berlokasi di Hutan Kota by Plataran, Senayan. Setelah sarapan dan mengenakan seragam yang disediakan Hyundai, kami langsung masuk ke Palisade urutan ketiga. Oh ya, dalam acara ini ada 5 unit Hyundai Palisade yang berisi oleh awak media, serta 3 unit mobil listrik berupa Kona dan Ioniq yang akan menjadi ‘lead car’. Tak lupa juga ada satu unit Hyundai Mobile Service yang merupakan sebuah Hyundai H-1 berisi mekanik profesional untuk berjaga-jaga bila ada kendala di perjalanan.

Unit Palisade yang kami coba merupakan tipe Signature berpenggerak roda depan dengan interior berwarna hitam dan burgundy, membuat interior mobil ini terasa eksklusif nan sporty. Tanpa berlama-lama, langsung kami nyalakan mesin diesel berkapasitas 2.200 cc-nya. Seketika, kami takjub dengan kehalusan saat starter awal yang biasanya ada getaran berlebih apalagi di mesin diesel, namun tidak ada getaran sama sekali di Palisade. Bahkan, bila semua pintu dan jendela ditutup, suara ‘knocking’ khas mesin diesel tidak terdengar sama sekali.

Langsung kami jalankan Palisade ini ke Gerbang Tol Semanggi untuk menempuh perjalanan sekitar 36 km ke arah Tol Jagorawi. Di jalan tol, Palisade membuai kami dengan kehalusan suspensi dan peredaman kabinnya yang sangat superior. Tak terasa kami telah sampai di tujuan pertama, yaitu Anantya Riding Club yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor, untuk beristirahat sebentar sembari merasakan fitur-fitur highlights di Palisade, salah satunya adalah Smart Power Tailgate. Tak perlu kesusahan saat membuka bagasi, cukup kantungi ‘smart key’ maka pintu bagasi elektrik-nya akan membuka secara otomatis setelah kita berdiri dibelakang mobil selama sekitar 3 sampai 5 detik. Fitur yang sangat berguna ketika tangan kita sedang mengangkut barang dan kita butuh bantuan dalam memuat ke dalam bagasi.

Setelah mengambil beberapa foto dengan kuda-kuda pacuan, kami kembali untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi kedua sejauh 30km. Untungnya, saat kembali masuk tol Jagorawi lalu lintas sedikit lebih lengang, jadi kami bisa melaju lebih kencang lagi dari sebelumnya sambil mencoba akselerasi dengan gas penuh. Walaupun ia memiliki mesin dan penggerak yang sama dengan Santa Fe, hebatnya aliran tenaga 200 PS dan torsi 440 Nm terasa tidak ada habisnya. Sama sekali tidak terasa berat walaupun ia memiliki drivetrain yang sama dengan adiknya.

30 menit kemudian, kami tiba di Vimala Hills untuk istirahat kedua. Sembari menyantap makan siang, kami juga bercengkerama dengan teman-teman media akan impresi mereka tentang Palisade. Ternyata impresi mereka sama positifnya dengan apa yang kami rasakan, mulai kualitas berkendara yang sangat halus, pemakaian bahan di interior yang premium, serta refinement ala produk Hyundai masa kini yang sangat melebihi ekspektasi akan mobil-mobil Korea yang selalu menjadi stigma ‘rewel’ bagi masyarakat Indonesia.

Saat kami akan berangkat ke destinasi ketiga, kami memutuskan untuk bertukar pengemudi dan duduk di baris kedua. Dengan captain seat dan sunshade di jendela samping, kami tenggelam akan kemewahan yang diberikan oleh baris kedua Palisade ini. Apalagi fitur-fitur di baris pertama tak luput juga dihadirkan di baris kedua ini, seperti pemanas dan pendingin jok yang tersedia di varian Signature ini. Fitur yang amat sangat membantu mengingat cuaca mulai kurang mendukung saat kami beranjak ke daerah Sentul. Tak luput di baris kedua dan ketiga, hadirnya USB power outlet yang memiliki kemampuan ‘fast-charging’ sehingga kita bisa mengisi daya baterai gadget kita dengan lebih cepat.

Melewati jalan yang berkelok dan sempit di daerah Bukit Pelangi, tidak ada kendala yang dirasakan dengan Palisade ini. Torsi yang dapat dirasakan mulai dari 1,750 rpm sangat membantu dalam melewati tanjakan yang lumayan terjal dalam sesi test drive ini. Pada akhirnya kami tiba di tujuan ketiga yang berada di Villa Aman D’sini. Dikarenakan cuaca tak berkunjung baik, kami langsung naik kebkursi pengemudi untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir di Musium Satria Mandala. Setelah menuruni jalanan di Sentul Selatan, langsung kami masuk tol.

Senangnya, kami diizinkan untuk ‘dilepas’ oleh pihak Hyundai agar kami bisa merasakan Palisade tanpa mengikuti urutan konvoi. Dengan berkendara sedikit ‘nakal’, hebatnya Palisade tidak terasa seperti SUV besar yang berukuran nyaris 5 meter, ia terasa effortless menghela beban 2 ton dengan sangat mudah hingga tak terasa kami sudah melaju di 150 km/jam.
Namun karena kondisi cuaca yang buruk, kami mengurangi kecepatan mengikuti speed limit hingga ke garis finish.

Setelah sampai di Musium Satria Mandala, tibalah kesimpulan kami setelah berkendara seharian dengan Hyundai Palisade. Ya, ini adalah mobil yang sempurna untuk kaum-kaum elite yang menginginkan SUV besar berkapasitas 7 penumpang, mesin yang powerful, serta pengendaraan yang maha halus. Dibanderol mulai dari Rp 777 juta hingga Rp 1,078 miliar, menurut kami Palisade memberikan nilai lebih untuk konsumen yang mencari SUV premium tapi masih belum siap untuk meminang merk asal Eropa.

Dengan segala kelebihannya yang telah kami sebutkan, tidak heran bila semenjak mobil ini diluncurkan akhir tahun lalu Hyundai telah mengantongi surat pemesanan kendaraan untuk Palisade lebih dari 200 unit. Artinya, masyarakat Indonesia sudah mulai memahami kualitas mobil-mobil Hyundai yang sudah jauh membaik bila dibandingkan dengan produk-produk Korea yang beredar 15 sampai 20 tahun yang lalu. Apalagi dengan dibangunnya pabrik Hyundai di Cikarang, hanya menunggu waktu saja hingga masyarakat bisa lebih percaya terhadap merek-meerk asal Korea terutama di soal purnajual dan ketersediaan suku cadang. Pihak Hyundai juga akan menambah dealer mereka di seluruh Indonesia dengan target sebanyak 100 cabang pada tahun 2021 ini, mengingat pabrik barunya akan mulai beroperasi di awal 2022 nanti.