KENDARA.ID – Saat kalian memacu kendaraan di jalan raya, apa hal utama yang kalian cari dari sebuah ban? Keamanan, daya cengkeram, dan daya tahan pasti berada di daftar teratas.
Namun, ada aspek krusial yang jarang terlihat di permukaan. Aspek tersebut adalah komitmen pabrikan terhadap hukum, integritas, dan transparansi bisnis.
Kabar membanggakan datang dari salah satu produsen ban raksasa di tanah air. Tepat pada momen perayaan emas 50 tahun kehadirannya, PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) sukses menorehkan pencapaian strategis. Mereka baru saja meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026.
Dalam malam penganugerahan oleh Hukumonline pada Jumat (22/5) lalu di Jakarta, Bridgestone Indonesia menyabet trofi ‘Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance’ untuk sektor bisnis Automotive Manufacture.
Tentu saja, keberhasilan ini menjadi bukti konkret bagi kalian, para pengendara. Ban yang kalian gunakan sehari-hari lahir dari standar kepatuhan hukum yang sangat ketat.
Masuk Klasifikasi PROSPER B: Apa Artinya untuk Pengendara?
Dalam ajang IRCA 2026, Bridgestone Indonesia memperoleh penghargaan pada kategori Enterprise in Regulatory Compliance. Mereka secara spesifik masuk ke dalam klasifikasi PROSPER B.
Kategori ini murni untuk perusahaan dengan tingkat regulasi tinggi serta kompleksitas bisnis yang menengah. Selain itu, mereka terbukti mampu menerapkan kepatuhan hukum secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan.
Pencapaian luar biasa ini mencerminkan kematangan sistem kepatuhan internal perusahaan. Efektivitas pengendalian ini memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan fondasi utama bisnis mereka.
“Penghargaan IRCA 2026 ini merupakan pengakuan atas komitmen kuat Bridgestone Indonesia dalam membangun budaya integritas, menjadikan kepatuhan hukum dan tata kelola perusahaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis. Kami percaya bahwa kepatuhan bukan hanya kewajiban. Melainkan bagian integral dari strategi perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlanjutan bisnis,” ujar Mukiat Sutikno.
Tak hanya itu, Mukiat menambahkan bahwa perusahaan akan terus memperkuat budaya kepatuhan yang proaktif. Mereka akan selalu mengutamakan integritas dan transparansi dalam setiap pengambilan keputusan.
Langkah nyata ini mencakup penguatan fungsi compliance, peningkatan kesadaran karyawan, hingga penerapan kebijakan internal yang selaras dengan standar global Bridgestone Group.
Lolos Uji Ketat Berstandar Regional ASEAN
Perlu kalian ketahui, tidak mudah untuk bisa membawa pulang piala IRCA 2026 ini. Panel juri independen melakukan penilaian secara komprehensif dan berbasis data akurat. Prosesnya melibatkan pengisian kuesioner mandiri (self-assessment) hingga evaluasi oleh praktisi hukum, akademisi, dan profesional kepatuhan.
Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026, Natalia Soebagjo, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pemenang.
“IRCA adalah bentuk apresiasi terhadap perusahaan dan para pemimpin yang terus berproses, terus berbenah, dan terus menjaga integritas dalam menjalankan bisnisnya,” jelas Natalia Soebagjo.
Menariknya lagi, metodologi penilaian ajang ini sudah mengadopsi kriteria standar tata kelola korporasi tingkat ASEAN. Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia terbukti tidak hanya patuh pada regulasi nasional. Mereka juga sangat adaptif terhadap dinamika bisnis global serta praktik terbaik internasional.
Bagi kalian, para pengendara, penghargaan ini memberikan rasa aman yang jauh lebih tinggi. Ketika sebuah produsen ban berkomitmen penuh pada hukum dan integritas, kualitas produk mereka tidak perlu kalian ragukan lagi. Selamat untuk Bridgestone Indonesia!





