Nissan Kicks Facelift e-Power Tertangkap Kamera di Thailand, Segera Masuk Indonesia

KENDARA.ID – Segmen compact SUV atau crossover maupun segmen hybrid akan semakin ramai di Asia Tenggara dengan segera hadirnya Nissan Kicks. Diproduksi di Thailand, pesaing Honda HR-V ini sedianya akan diluncurkan pada 18 Maret lalu di Negeri Gajah Putih. Namun akibat pandemi COVID-19 yang meluas Nissan tidak mau mengambil resiko meluncurkan mobil di saat genting seperti ini dan akhirnya peluncurannya harus diundur.

Berbalik ke belakang sedikit, Nissan Kicks sebenarnya sudah diluncurkan pada 2016 di Brazil. Kemudian pada 2018 mobil ini mulai dipasarkan di China dan Amerika Utara. Bagaimana dengan Juke? Mulai generasi keduanya, Juke diposisikan sebagai crossover khusus Eropa karena dimensi yang lebih kecil dan desain yang lebih kompleks, sedangkan Kicks untuk Asia dan Amerika.

Nissan Kicks pre-facelift untuk pasar Amerika Serikat

Untuk pasar Asia Tenggara dan Jepang, Kicks diproduksi di Thailand. SUV berbasis Nissan Almera ini langsung menggunakan model facelift dengan gril besar ala Alphard. Apabila dilihat secara seksama, seluruh bagian bonnet termasuk kap mesin dan fender berubah semua. Lampu depan menggunakan model full reflektor LED dengan lampu sein model sequential. Di bagian belakang, lampu belakang menjadi LED dan bumper belakang mendapatkan revisi.

Saat ini, rumornya baru akan diproduksi versi e-Power namun tak menutup kemungkinan versi bensin biasanya akan disiapkan. Nah, foto spy shot yang baru-baru ini beredar merupakan Kicks yang sedang dikirim menuju Jepang, terlihat dari stiker emisi ala JDM di kaca belakang.

Bukan pertama kalinya pabrik mobil Jepang di Thailand mengekspor kembali produknya ke Negeri Sakura. Sebelumnya sudah ada Nissan Almera yang diekspor ke Jepang sebagai Latio, Nissan March, Mitsubishi Mirage, Honda City generasi pertama sebagai Fit Aria, serta Toyota Hilux.

Mengenai sistem e-Power, apakah e-Power sama seperti hybrid? Jawabannya, tidak. Apabila sistem hybrid konvensional masih mengandalkan mesin bensin untuk menggerakkan roda dengan bantuan motor listrik dengan baterai yang diisi oleh mesin bensin, sistem e-Power hanya mengandalkan mesin bensin untuk mengisi baterai. Baterai tersebut kemudian digunakan oleh motor listrik yang menggerakkan roda sendirian. Otomatis, baterainya tidak perlu dibuat besar sehingga lebih ringan, lebih ringkas dan lebih murah.

Sistem e-Power ini tidak butuh dicas seperti mobil full electric, sehingga cocok untuk situasi di Indonesia yang jaringan listriknya kurang stabil. Cukup isi bensin, bahkan secara teoritis bensin premium pun tidak masalah dan tidak mempengaruhi performa. Karena mesin bensin hanya perlu mengisi baterai, otomatis konsumsi BBM-nya jauh lebih hemat. Apabila melihat dari konsumsi BBM Note e-Power, mobil tersebut mampu mencatatkan angka 37 km/l. Karena penggeraknya hanya motor listrik, dipastikan torsinya akan jauh lebih buas dibanding hybrid biasa. Saat ini e-Power baru diaplikasikan pada Note dan Serena, keduanya hanya untuk pasar Jepang.

e-POWER | NISSAN | TECHNOLOGICAL DEVELOPMENT ACTIVITIES
Sistem e-Power Nissan

Nah, untuk Kicks e-Power akan dibekali mesin bensin HR12DE 1.198 cc dengan tenaga 79 hp dan torsi 103 Nm khusus untuk mengisi daya. Sementara motor listriknya dapat menghasilkan tenaga 129 hp dan torsi buas 254 Nm yang didukung oleh baterai 1,5 kWh. Sebagai perbandingan, mobil plug-in hybrid (PHEV) rata-rata memerlukan baterai 9-10 kWh.

Untuk pasar Thailand, akan tersedia 4 tipe dan harganya tidak akan menyentuh satu juta baht (Rp 483 juta). Ini hal yang menarik karena dua kompetitor kuatnya, Honda HR-V hybrid dan Toyota CH-R hybrid disana harganya sudah diatas 1,1 juta baht (Rp 530 jutaan).

Interior Nissan Kicks pre-facelift

Untuk fitur, dikabarkan tipe teratas akan mendapatkan lampu full LED dengan sein sequential, electric park brake, auto hold, electric seat untuk kedua kursi depan, adaptive cruise control, serta speedometer digital. Rem belakang cakram akan menjadi standar untuk semua tipe.

Menurut rumor dari Jepang, disana mobil ini akan dihargai mulai 2.759.900 yen (Rp 402 juta) hingga 2.869.000 yen (Rp 418 juta). Harga tersebut masuk akal mengingat mobil ini berpenggerak e-Power dan dilengkapi fitur keselamatan lengkap termasuk Nissan ProPILOT.

Bagaimana dengan Indonesia? Sempat tertangkap kamera melakukan pengetesan di sekitar Lembang, Jawa Barat, Nissan Kicks kabarnya akan mendarat di Indonesia tahun ini juga apabila tak ada penundaan akibat COVID-19. Belum diketahui apakah versi mesin bensinnya akan ditawarkan juga atau hanya e-Power. Untuk versi e-Power, prediksi kami harganya berada di kisaran Rp 400-500 jutaan.