All New Toyota Innova 2022: Gunakan Penggerak FWD dengan Mesin Hybrid 2.000 cc?

Kabar yang beredar, Toyota Innova terbaru akan dirilis akhir 2022 di Indonesia dan India dengan penggerak FWD, sasis monokok dan opsi mesin hybrid. Apakah benar?

KENDARA.ID – Pertama kali diluncurkan pada 2004, sampai saat ini sudah lebih dari 900.000 unit Toyota Kijang Innova yang terjual di Indonesia dan sudah menempuh dua generasi. Salah satu resep kesuksesannya adalah karena MPV ini mewarisi DNA dari Toyota Kijang yaitu sasis ladder frame dan penggerak roda belakang, disamping tidak memiliki kompetitor kuat.

Kijang Innova yang beredar saat ini adalah generasi kedua yang diperkenalkan pada November 2015. Selain bentuk yang berubah total dengan bodi yang membesar, satu hal yang bikin MPV ini makin tenar adalah mesin diesel GD series yang lebih bertenaga dengan torsi besar, namun irit bahan bakar.

Belakangan ini, santer kabar bahwa Innova akan mendapat generasi terbaru tahun ini. Bukan kabar yang mudah diterima banyak orang, karena rumornya menyebutkan Innova terbaru akan mengadopsi sasis monokok dengan penggerak roda depan, sebuah evolusi yang telah dilakukan pada Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Apalagi, masa bakti Kijang Innova generasi kedua belum genap tujuh tahun, sementara generasi pertama bisa bertahan selama 11 tahun.

Tak hanya itu, Innova terbaru ini kabarnya akan ditenagai mesin hybrid. Toyota sendiri telah memastikan akan memproduksi mobil hybrid di Indonesia tahun ini, bahkan Menteri Perindustrian sudah menyebutkan nama ‘Kijang Hybrid’ sebagai model yang akan diproduksi lokal beberapa waktu lalu, makin memperkuat dugaan munculnya Innova FWD Hybrid dalam waktu dekat.

Sumber: Motorbeam

Selain dijual di Indonesia, mobil ini juga akan diproduksi dan dipasarkan di India sebagai pasar terbesarnya Innova. Sebelumnya telah beredar spy shot dari sosok mobil tes yang tertangkap kamera di di Thailand dan India dengan kamuflase. Mobil tes ini punya desain fascia depan yang nuansanya mirip Innova sekarang, namun dengan ground clearance lebih rendah, pelek single tone berukuran besar, serta dengan elemen desain ala SUV/crossover seperti side cladding dan overfender hitam. Kami sertakan ilustrasi untuk memberi gambaran, bagaimana bentuk Innova FWD tanpa kamuflase.

Media terkemuka Autocar India pun memberikan clue soal spesifikasi generasi terbaru Innova berpenggerak FWD dengan opsi mesin hybrid ini. Pertama, mobil ini akan menggunakan platform Toyota New Global Architecture, tepatnya TNGA-C yang sudah digunakan Corolla, Corolla Cross dan Voxy. Dengan platform ini, disebutkan Innova terbaru ini akan punya panjang 4,7 meter, tidak jauh beda dengan Innova generasi sekarang, namun wheelbase-nya dibuat lebih panjang 10 cm menjadi 2.850 mm.

Menurut Autocar, peralihan ke penggerak FWD dengan sasis monokok ini membuat bobot Innova berkurang sekitar 170 kg, yang akan berbuah positif untuk performa dan efisiensi MPV ini. Selain itu, dengan konstruksi sasis monokok, ruang interior bisa dibuat lebih lega karena ruang untuk lantai kabin tidak termakan oleh sasis ladder frame.

Kemudian, teknologi hybrid yang digunakan Innova seharusnya tidak berbeda dengan mobil-mobil hybrid Toyota lainnya, dengan sebutan Toyota Hybrid System II (THS II). Menurut Autocar, diharapkan biaya operasional Innova Hybrid ini bisa lebih rendah dibandingkan Innova diesel. Innova Hybrid terbaru ini kabarnya akan dipasangkan dengan mesin 2.000 cc. Apabila melihat model Toyota hybrid lain, mesin 2.000 cc yang cocok untuk aplikasi hybrid ini salah satunya adalah mesin berkode M20A-FXS. Merupakan bagian dari lini mesin Toyota Dynamic Force, mesin M20A-FXS ini telah digunakan oleh Corolla Hybrid, Corolla Cross Hybrid, dan C-HR Hybrid untuk pasar tertentu serta Lexus UX250h.

Pada Corolla Hybrid dan C-HR Hybrid, mesin M20A-FXS ini menghasilkan tenaga 152 PS dengan torsi 190 Nm dan dikombinasikan dengan transmisi e-CVT, baterai 1,3 kWh dan dua motor listrik. Satu motor listrik digunakan untuk mengumpulkan energi yang terbuang saat pengereman, dan satu lagi untuk menggerakkan mobil pada EV Mode. Kombinasi sistem ini menghasilkan tenaga 184 PS, cukup untuk menghela bobot Innova Hybrid yang diprediksi berada di angka 1,6-1,8 ton.

Versi non-hybrid dari mesin tersebut juga tersedia, dengan kode M20A-FKS. Meski belum ada informasi jelas apakah mesin ini akan digunakan pada Innova baru, kami rasa mesin 2.000 cc tersebut bisa jadi pilihan cocok untuk MPV ini. Tergantung tuning yang digunakan, mesin yang baru diperkenalkan empat tahun lalu ini dapat menghasilkan tenaga 170-178 PS dan torsi 202-210 Nm. Dibanding mesin yang digunakan Innova bensin yang sekarang berkode 1TR-FE, tentu akan menjadi upgrade drastis di sisi tenaga, efisiensi dan kehalusan.

Untuk fitur, Autocar India memprediksi MPV ini akan dilengkapi sejumlah fitur yang memanjakan penumpang seperti wireless charging, ventilated seat, wireless Apple CarPlay dan Android Auto, bahkan jok captain seat baris kedua model ottoman dengan sandaran kaki yang kian memantapkan status Innova sebagai mobil yang nyaman bagi penumpang.

Di India, mobil ini diperkirakan akan dijual sekitar Oktober 2022 mendatang dan ditargetkan akan terjual 5.600 unit per bulan. Di negara tersebut, mobil ini akan dijual bersamaan dengan Innova generasi sekarang. Hal tersebut dimungkinkan dengan menggunakan dua nama. Apabila Innova generasi sekarang di India diberi nama ‘Innova Crysta’, model terbaru dengan mesin hybrid ini kemungkinan akan diberi nama ‘Innova Hycross‘, sesuai nama yang telah dipatenkan Toyota di Negeri Bollywood. Model lama dengan nama Innova Crysta kabarnya penjualannya akan diteruskan dengan mesin diesel dan akan ditargetkan ke pelanggan fleet. Bahkan, menurut Autocar India model lama ini akan diberikan facelift lagi. Mengingat masih populernya Innova diesel di Indonesia, strategi dua model ini bisa saja diterapkan juga di Tanah Air.

Sementara, menurut beragam kabar yang beredar, peluncuran Innova FWD di Indonesia akan dilakukan pada akhir tahun, tepatnya sekitar November 2022. Walaupun akan diproduksi di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang, kabarnya mesin 2.000 cc bensin yang digunakan akan diimpor dari India. Hanya saja, saat ini belum diketahui nama apa yang akan digunakan untuk pasar Indonesia, apakah tetap mengandalkan nama Kijang, hanya menggunakan nama Innova atau dengan tambahan nama lain.

Siap menyambut Innova FWD dengan pilihan mesin hybrid yang lebih irit dan ramah lingkungan?