Fortuner Legender Facelift vs Pajero Sport Facelift, Siapa Unggul?

KENDARA.ID – Bicara Fortuner, tidak bisa dipisahkan dari rival abadinya dari merek tiga berlian, yakni Pajero Sport. Sejak kemunculan Toyota Fortuner di Indonesia sejak 2005, hanya Mitsubishi Pajero Sport yang mampu mengimbangi bahkan mengalahkan hegemoni Fortuner. Makanya menjadi menarik ketika Fortuner mengeluarkan facelift untuk mengimbangi Pajero Sport facelift yang sudah hadir di Thailand sejak tahun lalu. Selain di Thailand juga telah dijual di Filipina dan Australia sejak akhir tahun lalu.

Mungkin anda bertanya-tanya kenapa sampai detik ini Pajero Sport belum menerima facelift di Indonesia. Ada hembusan rumor bahwa sebenarnya PT. MMKSI sudah siap untuk merilis Pajero Sport anyar pada ajang IIMS 2020 pada 9 April lalu. Bahkan, sejumlah unit telah keluar dari pabrik MMKI dan tersimpan di storage. Mewabahnya virus COVID-19 di Indonesia membuat acaranya ditunda dan kemudian dibatalkan, dan kelihatannya MMKSI memilih untuk menunda peluncurannya hingga situasi kondusif. Dengan semester 1 2020 yang sudah hampir berakhir, kami rasa senjata Mitsubishi tersebut akan dikeluarkan pada semester depan.

Toyota Fortuner 2.4 V (facelift)

Kembali ke Fortuner, kini ia dibagi menjadi dua sub-model yaitu versi standar yang terdiri dari tipe 2.4 G dan V, serta versi Legender yang terdiri dari tipe 2.4 V dan 2.8 V berikut dengan versi 4×4-nya. Tipe Legender tentunya sangat mudah dikenali dengan wajah yang berubah drastis dibanding tipe biasanya. Dirumorkan, tipe Legender akan menjadi tipe VRZ di Indonesia, sementara Fortuner G akan menggunakan model Fortuner biasa.

Agar berimbang, di komparasi ini kami akan mengutamakan tipe tertinggi, yaitu V Legender untuk Fortuner dan GT-Premium untuk Pajero Sport. Walaupun begitu, harap diperhatikan bahwa Legender sendiri terdiri dari empat tipe lagi dan perbedaan harga antara Pajero Sport GT-Premium dan Fortuner Legender di Thailand cukup signifikan sebagai berikut.

Harap diingat ini adalah harga di Thailand, cukup tinggi mengingat pajak disana cukup berat untuk mobil kategori SUV. Apakah perbedaan harga sebesar itu sebanding dengan fiturnya? Mari kita simak.

Eksterior

Fortuner vs Pajero Sport (2020)

Seperti yang telah kami jelaskan, Fortuner kini terbagi jadi dua model, yakni standar dan Legender. Karena kami mengutamakan tipe atas buat dikomparasikan, disini kita utamakan bahas yang Legender.

Legender sebagai kasta tertinggi Fortuner dilengkapi dengan lampu depan, bumper depan dan belakang yang berbeda dengan Fortuner standar dan lebih serasi dengan desain Keen Look ala Toyota global. Sebagai tipe yang menggantikan TRD Sportivo, bagian depan Legender bersih dari krom serta diberikan atap dengan warna hitam. Pelek 20 inci juga turut mempercantik tampilan mobil yang akan dijual sebagai Fortuner VRZ di Indonesia ini.

Lampu depan Fortuner Legender terdiri dari lampu utama yang termasuk juga lampu senja, kemudian dibawahnya ada foglamp projector LED dan dibawahnya ada lampu sein sequential LED sekaligus lampu DRL LED. Di bagian belakang, fitur desain yang menonjol adalah keberadaan kisi-kisi palsu vertikal yang menyambung dengan foglamp belakang yang juga bergabung dengan reflektor. Lis krom di atas plat nomor diubah menjadi piano black. Dua hal ini eksklusif untuk tipe Legender.

Sementara Pajero Sport memilih untuk menjadi lebih mengotak pada versi facelift ini. Dari bagian depan, bahasa desain Dynamic Shield diaplikasikan ke mobil ini dengan lebih tegas, dengan sudut-sudut yang lebih tajam dibanding Pajero Sport sebelumnya. Lampunya kini bertingkat ala Xpander, dengan lampu sipit di atas berfungsi sebagai lampu utama, lampu senja dan DRL, sedangkan lampu dibawahnya berperan jadi lampu sein, foglamp dan cornering lamp statis. Berbeda drastis dengan Legender, bagian depan Pajero Sport penuh dengan chrome.

Bagian belakangnya berubah pada lampu dan bumper. Lampu belakangnya walaupun berukuran dan berbentuk sama namun nampak lebih pendek berkat reflektor yang dipindahkan ke bagian bawah.

Overall, bicara desain memang sesuai selera masing-masing. Namun apabila kami boleh mengomentari desainnya secara subjektif, desain Fortuner terasa lebih padu dibanding Pajero Sport yang seakan bingung ingin terlihat mengotak gagah atau streamline futuristis.

Interior

Ubahan interior Fortuner cenderung berfokus ke ubahan kombinasi warna dan penambahan pernak-pernik seperti ambient lighting. Hal ini bukan masalah karena desain interior Fortuner masih up-to-date dibanding kompetitor lain di kelasnya, seperti Ford Everest, Nissan Terra dan Isuzu MU-X. Adanya ambient lighting memberikan kesan yang lebih mewah di kabin, apalagi ambient lighting ini tersedia sampai door trim di baris kedua.

Jok depan Fortuner Legender

Sayangnya, warna jok dual tone putih gading dan hitam rasanya kurang cocok untuk diaplikasikan pada Fortuner. Oh ya, plafon Fortuner Legender diberi warna full hitam, sementara Fortuner standar warna abu-abu biasa. Ini masalah selera, karena beberapa orang merasa plafon hitam memberikan kesan sempit, namun di sisi lain juga dapat memberikan rasa sporty atau mewah.

Sementara, ubahan interior Pajero Sport dibanding versi lamanya cukup menonjol, terutama di bagian dasbor tengah. Desain kisi AC dan tombol AC disesuaikan untuk memberi ruang untuk head unit yang lebih besar. Desain konsol tengah dibuat mengotak, namun tetap tinggi seperti sebelumnya, memberi kesan mewah ala SUV di kelas atasnya. Konsol tengah yang lebar dan tinggi inilah yang memberikan nilai plus dibanding Fortuner. Desain seperti ini memungkinkan karena penggunaan rem parkir elektrik yang menghemat ruang.

Kabin Pajero Sport

Keunggulan Fortuner pada sektor kabin adalah kemampuan jok baris keduanya yang bisa dimaju-mundurkan, sehingga dapat memberikan ruang tambahan untuk penghuni baris ketiga. Jok baris kedua Pajero Sport fixed, hanya dapat di-recline atau dilipat.

Fitur

Fortuner (4 kiri) vs Pajero Sport (4 kanan)

Di harga yang menyentuh hampir Rp 600 jutaan (untuk pasar Indonesia), fitur merupakan aspek yang penting untuk menentukan pembelian. Di Indonesia, saat ini fitur Pajero Sport cenderung lebih lengkap dari Fortuner, menutupi berbagai kekurangannya dan dapat mengalahkan penjualan Fortuner beberapa kali. Untuk versi sebelum facelift di Indonesia, sebut saja fitur seprti sunroof, VSC, dan electric park brake tidak ada di Fortuner tapi ada di Pajero Sport.

Kembali ke komparasi, Fortuner Legender mempunyai kelebihan dibanding Pajero Sport GT-Premium berupa lampu sein depan dan belakang sequential, pelek 20 inci (Pajero Sport mentok di 18 inci), trailer sway control, ambient lighting, speaker branded JBL, dan wireless charger. Keunggulan lain berupa jok baris kedua sliding juga sudah ia dapatkan sejak sebelum facelift.

Speedometer Fortuner (atas) vs speedometer Pajero Sport (bawah)

Sementara, Pajero Sport punya kelebihan fitur yang menonjol seperti electric parking brake dengan auto hold, speedometer full TFT LCD, AC dual zone, blind spot warning, rear cross traffic alert, voice command, dan cornering lamp. Bagaimana dengan sunroof? Versi Thailand tidak punya sunroof, namun dipastikan akan ada di versi Indonesia.

Kedua mobil ini untuk tipe tertingginya sama-sama dilengkapi dengan lampu depan LED, foglamp LED, jok kulit, spion tengah dengan electrochromatic auto-dimming, adaptive cruise control, forward collision warning, lane departure warning, 7 airbag, VSC dan HSA, kamera 360 derajat, Apple CarPlay, paddle shift, power tailgate dengan kick sensor, rem cakram di keempat roda, dan fitur telematics pelacak lokasi mobil.

Mesin

Untuk Fortuner, pada versi facelift ini mendapatkan pembaharuan pada sektor mesin. Khusus mesin 2.755 cc (2.8) diesel berkode 1GD-FTV mendapatkan upgrade, dari sebelumnya bertenaga 177 PS menjadi 204 PS. Torsinya naik dari 450 Nm menjadi 500 Nm. Sayangnya, mesin 2.393 cc (2.4) 2GD-FTV yang dijual di Indonesia tidak mendapat perubahan, tetap menghasilkan tenaga 150 PS dan torsi 400 Nm.

Mesin 1GD-FTV

Mesin 2.8 L diesel tersebut baru akan memungkinkan untuk masuk Indonesia setelah skema pajak barang mewah baru diterapkan pada Oktober 2021 mendatang, sebelum tanggal itu sudah pasti akan dikenakan pajak barang mewah 125 persen, bukan 20 persen seperti Fortuner 2.4. Jadi apabila ditanya apakah Fortuner 2.8 akan masuk Indonesia, jawabannya bisa saja, asal setelah Oktober 2021.

Sementara, Pajero Sport sudah jelas dapat mengasapi Fortuner 2.4 dengan mesin 2.442 cc (2.4 L) 4N15 dengan tenaga 181 PS dan torsi 430 Nm. Namun, jika sebelumnya mesin ini juga dapat mengalahkan Fortuner 2.8, kini setelah Fortuner diperbaharui ia harus bertekuk lutut.

Spesifikasi Teknis

Kesimpulan

Sulit untuk menentukan mobil mana yang lebih baik, karena kedua mobil ini cukup setara masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Bicara Fortuner vs Pajero Sport memang selalu kembali lagi pada selera masing-masing. Apalagi sejak versi facelift, keduanya makin advanced baik pada sisi mekanikal maupun fitur, sehingga menurut kami manapun yang anda pilih, kemungkinan pilihan anda sudah tepat.