Kia Sonet 7 Seater Diluncurkan Di Indonesia, Dimensi Tidak Berubah!

Pertama kalinya di dunia, Kia memperkenalkan Sonet 7 seater. Dengan panjang bodi sama, apakah bangku baris ketiganya nyaman diduduki?

KENDARA.ID – Untuk pertama kalinya di dunia, Kia Sonet 7 seater resmi diluncurkan. Bukan di negara asalnya yaitu India, namun di Indonesia. Hal yang paling menarik dari tipe baru Sonet ini adalah panjang bodinya yang tidak berubah sama sekali, artinya kursi baris ketiga dipasang tepat di area yang tadinya merupakan bagasi.

Kemunculan mobil ini cukup unik karena SUV dengan panjang 4.120 mm (bahkan hanya 3.995 mm dengan bumper yang lebih pendek di pasar India) ternyata bisa dipasangi bangku baris ketiga. Kami mengapresiasi betapa kreatifnya product planner Kia dalam melakukan brainstorming sehingga tercipta varian Sonet ini.

Pada peluncurannya, Sonet 7 seater diklaim dibuat berdasarkan kebutuhan konsumen Indonesia. Walaupun begitu, kami menduga pasar utama Sonet 7 seater tetap pasar India. Buat yang belum tahu, mobil dengan panjang 4 meter keatas dibebani pajak yang jauh lebih besar di Negeri Bollywood, sehingga produsen mobil disana ramai-ramai membuat berbagai jenis mobil dengan panjang dibawah 4 meter, termasuk sedan, SUV, bahkan MPV 7 seater. Termasuk diantaranya yaitu Kia Sonet, yang dikembangkan untuk pasar India. Diluncurkannya Sonet 7 seater kami nilai sebagai suatu usaha Kia buat mencuri market share Renault Triber di segmen 7 seater dengan panjang dibawah 4 meter.

Dari eksterior, tidak ada ubahan dibanding Kia Sonet biasa. Namun, apabila diperhatikan lebih jeli, Sonet 7 seater tipe manapun tidak dilengkapi dengan sunroof. Begitu buka pintu bagasi, barulah ketahuan Sonet ini punya bangku baris ketiga.

Saat kami coba, baris ketiga mobil ini ternyata hanya cukup untuk orang dibawah 160 cm dengan postur tubuh ramping untuk duduk nyaman secara headroom dan legroom. Lebih dari itu, kemungkinan bangku baris kedua tidak dapat dinaikkan kembali karena terhalang kaki, dan kepala mentok.

Walaupun begitu, tampak Kia juga memperhatikan kesejahteraan penghuni baris ketiga dengan menyediakan cup holder dan tempat penyimpanan di kedua sisi. Disediakan juga seatbelt tiga titik yang retractable serta head rest. Demi kenyamanan penumpang baris ketiga, Sonet 7 seater dilengkapi air circulator ala Calya-Sigra di atap antara baris pertama dan kedua dengan blower speed yang bisa diatur kecepatannya, serta arah hembusan angin yang bisa dinaik-turunkan. Keberadaan air circulator inilah yang menyebabkan fitur sunroof harus dihilangkan.

Untuk mengakomodir bangku baris ketiga, Kia juga menyulap jok baris kedua sehingga kini dapat dilipat dengan pembagian 40:60, menyertakan pelipatan one touch tumble serta pengaturan sliding dan reclining. Agar dapat dilakukan pelipatan one touch tumble, bentuk jok pun dibuat lebih pendek dan tipis dibanding jok versi 5 seater. Sayangnya, armrest baris kedua yang tersedia di Sonet 5 seater juga mesti dikorbankan.

Selain nasib penumpang baris ketiga, bagaimana dengan ruang bagasi? Apabila bangku baris ketiga dilipat, bagasi yang tersisa hanya cukup untuk meletakkan payung kecil karena hanya menyisakan celah selebar empat jari. Selain itu, bangku baris ketiga tidak bisa dilipat 50:50, sehingga apabila anda membawa 6 orang plus beberapa koper, koper tersebut harus ditaruh di atas bangku baris ketiga yang tentunya kurang nyaman buat orang keenam tersebut. Pelipatannya model 2-step seperti pada Avanza-Xenia, Rush-Terios atau Calya-Sigra. Ketika dilipat satu kali, akan menghasilkan lantai yang rata dengan jok baris kedua jika dilipat juga. Ketika dilipat dua kali, menyisakan bagasi yang cukup dalam dibandingkan bibir pintu bagasinya dan tidak rata, terutama karena ada pengait besi yang terekspos.

Ban serep yang tadinya diletakkan di balik lantai bagasi di dalam kabin kini digantung di kolong mobil. Untuk menurunkan ban serep, tetap harus membuka bagasi untuk membuka pengaitnya yang berada di balik lantai bagasi.

Varian 7 seater Sonet ini tetap menggunakan mesin 1.500 cc Smartstream Gamma dengan tenaga 115 PS dan torsi 144 Nm, dengan transmisi 6-speed manual atau IVT, sebutan grup Hyundai-Kia untuk transmisi CVT.

Sonet 7 Seater tersedia dengan beberapa tipe, yakni mulai dari tipe tertinggi Premiere 7 IVT dengan harga Rp 296 juta, Dynamic 7 IVT Rp 272 juta, Smart 7 IVT Rp 258,5 juta, Smart 7 M/T Rp 245,5 juta, serta yang termurah adalah tipe Standard 7 M/T seharga Rp 199,5 juta. Dibandingkan Sonet 5 Seater, varian yang dihilangkan adalah tipe Active.

Tipe yang kami coba ini adalah tipe Dynamic. Dibanding versi 5 seater, ada pengurangan fitur berupa jok kulit menjadi jok fabric, sunroof ditukar dengan air circulator. Untuk tipe Premier 7 seater, ada ubahan lain dibanding versi 5 seater misalnya head unit yang berukuran 10,25 inci Arkamys dengan fitur baru seperti penunjuk kiblat, yang sayangnya tidak dilengkapi dengan premium speaker Bose dan wireless Apple CarPlay.

Untuk warna, Sonet 7 seater tersedia dengan opsi Clear White, Intense Red, Intelligency Blue, Steel Silver, Aurora Black Pearl, serta Beige Gold.