Toyota Raize & Daihatsu Rocky Versi Indonesia: Ada Dua Pilihan Mesin, Toyota Safety Sense, Tipe GR Sport

Melalui data NJKB yang dipublikasikan Kemendagri dan paten desain industri, inilah yang kami temukan tentang Raize-Rocky versi Indonesia.

KENDARA.ID – Sejak diluncurkan di Negeri Sakura pada akhir 2019 lalu, duo Toyota Raize dan Daihatsu Rocky langsung dirumorkan bakal masuk Indonesia. Tak hanya itu, duet compact SUV rival Kia Sonet, Nissan Magnite dkk ini kerap menjadi pusat perhatian pecinta otomotif Tanah Air yang terus menunggu kedatangannya di Indonesia. Mengapa begitu? Rumor berhembus mengatakan kedua SUV produksi Daihatsu ini akan diproduksi lokal di Indonesia dengan mesin turbo, beragam fitur canggih, dan harga terjangkau.

Dibangun dari platform FWD baru Daihatsu yakni Daihatsu New Global Architecture (DNGA), duet ini dapat dikatakan selevel dengan Sonet dkk karena dimensinya yang kompak, yaitu panjang 3.995 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.620 mm (spek Jepang), dengan mesin 1.0 turbo bertenaga 98 PS, serta opsi penggerak roda empat (spek Jepang). Beratnya hanya 980 kg dan tipe tertinggi menggunakan ban 195/60/R17.

Di Jepang, meski pendatang baru, periode 2020 lalu Raize berhasil merangsek ke posisi kedua mobil terlaris di Jepang dengan penjualan 126.038 unit. Sementara, Rocky menguntit di posisi 24 dengan penjualan 31.153 unit. Suksesnya kembaran ini di negeri asalnya dipengaruhi beberapa faktor, misalnya tak ada kompetitor lain di kelas SUV dibawah HR-V atau Yaris Cross ini, mesin kecil turbo yang hemat bahan bakar, serta fitur lengkap, termasuk fitur safety, serta nama besar Toyota.

Lama menjadi rahasia, akhirnya kini terkuak beberapa informasi mengenai Raize dan Rocky spek Indonesia. Ada beberapa penemuan, yang pertama adalah munculnya duet SUV ini di data nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) yang dipublikasikan Kementerian Dalam Negeri. Terlihat nama Raize dan Rocky pada data ini disamarkan dengan kode-kode teknis internal, alih-alih ditulis namanya langsung seperti mobil lain. Diketahui kode bodi Raize-Rocky di Jepang adalah A200, nah versi Indonesia ini mendapat kode A250 dan A251.

Dari sini, kita bisa mengetahui tipe-tipe yang akan dipasarkan ketika Raize-Rocky dipasarkan nanti. Untuk Daihatsu Rocky, diurutkan dari termurah hingga termahal, akan tersedia tipe 1.2 M, 1.2 X, dan 1.0 R, masing-masing dengan pilihan transmisi manual dan otomatis. Transmisi otomatis yang digunakan diyakini adalah CVT sama seperti Raize. Raize sendiri memiliki susunan tipe 1.2 G, 1.0 G, dan 1.0 S. Artinya, Rocky akan menjadi Daihatsu produksi Indonesia pertama yang menggunakan transmisi CVT.

Berdasarkan data tersebut, berarti Raize-Rocky di Indonesia akan ditawarkan dengan dua pilihan mesin. Mesin 1.2 yang digunakan kemungkinan besar adalah mesin yang digunakan Agya-Ayla dan Calya-Sigra, berkapasitas 1.197 cc 4-silinder berkode 3NR-VE dengan dual VVT-i bertenaga 88 PS dan torsi 108 Nm, sebagai pilihan mesin tipe-tipe bawah. Mesin unggulannya adalah 1.0 turbo yang kemungkinan sama seperti Raize-Rocky di pasar Jepang, yaitu mesin 1KR-VET 996 cc 3-silinder dengan tenaga 98 PS dan torsi 140 Nm. Cukup potensial.

Toyota Safety Sense Khusus Raize?

Menariknya, tipe S yang semuanya bertransmisi CVT disediakan dua opsi, yaitu dengan TSS dan tanpa TSS. Apa itu TSS? Singkatan dari Toyota Safety Sense, yaitu nama marketing yang digunakan Toyota untuk sistem keselamatan aktif yang menggunakan radar, salah satunya mencakup autonomous emergency braking dan lainnya.

Kami perkirakan TSS tersebut adalah rebranding dari sistem yang dikembangkan Daihatsu, yaitu Daihatsu Smart Assist. Pada Raize-Rocky spek Jepang, Smart Assist ini mencakup Adaptive Cruise Control, Blind Spot Monitoring, Autonomous Emergency Braking (AEB) yang akan mengerem kendaraan otomatis ketika mendeteksi akan menabrak, Forward Collision Warning (FCW) yang memperingatkan dengan bunyi ketika terdeteksi akan menabrak, Lane Departure Warning (LDW) yang memperingatkan ketika pengemudi keluar jalur tanpa sein, Pedal Misoperation Control, no entry sign recognition, dan Auto High Beam (AHB). Fitur keselamatan tersebut berhasil mengantarkan Rocky meraih bintang lima pada crash test yang diselenggarakan Japan NCAP.

Sebagai informasi, dua tahun belakangan ini Daihatsu beberapa kali tertangkap menurunkan mobil tes di jalanan yang diduga sedang mengetes fitur keselamatan aktif ini. Hal tersebut penting dilakukan untuk menyesuaikan sistem canggih tersebut dengan karakter dan perilaku pengguna jalan di Indonesia. Dengan pertimbangan tersebut, kami memperkirakan sistem yang dibawa kesini akan sedikit berbeda atau bahkan dikurangi dibandingkan versi Jepang.

Raize GR Sport

Ketika kami membahas Raize tipe S tadi, sebenarnya ia belum tentu dipasarkan dengan nama Raize S. Ada beberapa mobil Toyota yang pada STNK atau dokumen lain tertulis sebagai tipe S, padahal nyatanya tipenya adalah TRD Sportivo, misalnya Rush dan Yaris. Hal yang sama diperkirakan akan terjadi pada Raize, melainkan bukan tipe TRD Sportivo, melainkan tipe GR Sport.

Desain body kit dan stiker samping Raize GR Sport telah terpublikasi lewat paten desain industri yang dirilis untuk Indonesia beberapa waktu lalu. Walaupun tidak tertulis sebagai kepunyaan Raize, namun bentuk body kit belakang yang cocok dengan bumper belakang Raize membuat kami yakin, Toyota akan merilis tipe GR Sport (atau alternatif lain namanya bisa GR-S, seperti Vios baru di Malaysia) sebagai tipe tertinggi Raize. Sementara, stiker bodi samping dengan gamblang menunjukkan logo GR. Tertulis disana body kit dan stiker ini merupakan hasil karya PT Toyota Astra Motor bersama PT TRD Indonesia.

Selama ini, Toyota belum pernah menjual tipe GR Sport di Indonesia. Melihat desainer body kit ini adalah TRD Indonesia, kami meyakini tipe GR Sport pelan-pelan akan menggantikan posisi tipe TRD Sportivo di Indonesia. Peralihan tersebut diyakini akan dimulai dari Raize. Jadi, susunan tipe Raize kemungkinan adalah 1.2 G, 1.0 G, dan 1.0 GR Sport.

Fitur

Raize-Rocky bukanlah produk Toyota-Daihatsu ‘biasa’, karena duet SUV ini punya segudang kelengkapan. Walaupun belum ada informasi yang bisa diungkap soal fitur spek Indonesia, sementara mari kita bahas fitur spek Jepang-nya.

Lampu depan LED dengan lampu sein LED sequential telah menjadi standar untuk semua varian. Beberapa tipe mendapatkan foglamp yang sudah LED, dan tersedia DRL LED. Warna eksterior dengan atap hitam juga menjadi opsi. Pelek 17 inci two-tone tersedia untuk beberapa tipe atas.

Masuk ke interior, sudah tersedia head unit floating berukuran 9 inci dengan SmartDeviceLink screen mirroring dan Apple CarPlay, AC digital dengan fitur auto AC dan heater, start/stop button, speedometer full TFT LCD 7 inci dengan empat tema yang bisa diubah, cruise control, idling start/stop, kamera 360 yang dinamakan Smart Panorama Parking Assist, 6 airbag, serta VSC dan HSA. Kemudian tersedia juga Daihatsu Smart Assist (untuk Raize di Indonesia dinamakan Toyota Safety Sense) yang sudah kami bahas di bagian khusus diatas.

Versi Malaysia (Perodua)

Oh ya, di negeri jiran juga sudah ada bocoran mobil ini. Menggunakan merek Perodua dengan nama baru, bocorannya SUV ini di pasar Malaysia akan d mendapatkan voice command ‘Hey Google’, fitur keselamatan aktif ASA 3.0 dengan Pre-Collision Warning, Pre-Collision Braking, Pedal Misoperation Control, Front Departure Alert, Adaptive Cruise Control, Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert, Lane Departure Waening dan Lane Keeping Assist. Rocky versi Malaysia tersebut akan dirilis Maret depan dengan dimensi lebih panjang 70 mm dan lebih lebar 15 mm.

Berhubung versi Malaysia akan mendapatkannya, mungkinkah Raize-Rocky versi Indonesia kedapatan voice command berbasis Google tersebut?

Harga

Walaupun data NJKB sudah tersedia, namun kami tak bisa benar-benar memastikan harga on-the-road(OTR) dari Raize dan Rocky, mengingat selisih antara NJKB dan harga OTR juga termasuk margin dealer yang sulit diprediksi. Namun, kami akan memberikan sedikit gambaran dengan hitungan kasar.

Harga price list Toyota Rush per 2021 adalah Rp 257,7-Rp 279,1 juta. Sementara, NJKB Rush untuk 2021 adalah Rp 193-210 juta. Artinya, kenaikan rata-rata dari NJKB ke OTR adalah sekitar 33,2 persen. Perbandingan lain yaitu Toyota Avanza, yang OTR 2021-nya adalah Rp 202,7-232,85 juta, dengan NJKB berkisar Rp 151-188 juta. Kenaikan rata-rata yang kami temukan untuk Avanza adalah 29 persen.

Untuk menghitung perkiraan harga OTR, kita mengambil kenaikan NJKB ke OTR rata-rata sekitar 31 persen. Maka perkiraan harga Toyota Raize berdasarkan hitungan kasar adalah:

  • 1.2 G M/T – ~Rp 191 juta
  • 1.2 G CVT – ~Rp 205 juta
  • 1.0T G M/T – ~Rp 211 juta
  • 1.0T G CVT – ~Rp 225 juta
  • 1.0T GR Sport CVT – ~Rp 238 juta
  • 1.0T GR Sport CVT TSS – ~Rp 259 juta

Sementara perkiraan harga Daihatsu Rocky berdasarkan hitungan kasar adalah:

  • 1.2 M M/T – ~Rp 170 juta
  • 1.2 M CVT – ~Rp 187 juta
  • 1.2 X M/T – ~Rp 183 juta
  • 1.2 X CVT – ~Rp 200 juta
  • 1.0T X M/T – ~Rp 207 juta
  • 1.0T X CVT – ~Rp 220 juta

Murah ya, start dari Rp 170 juta. Sabar, masih perkiraan kasar. Jika ternyata selisih NJKB ke OTR lebih jauh dari yang kami prediksi, maka harganya tentu bisa diatas prediksi ini. Berdasarkan prediksi harga tersebut, Raize-Rocky bakal diposisikan dibawah Rush-Terios, dan harganya cenderung bersinggungan dengan Avanza-Xenia.

Nah, peraturan pembebasan PPnBM untuk minibus dengan mesin dibawah 1.500 cc dan komponen lokal yang akan berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Mei (periode 1), atau diskon PPnBM 50% (Juni-Agustus) terkait pandemi ini juga sangat menguntungkan buat peluncuran mobil ini. Besarnya penurunan harga karena pembebasan PPnBM ini dapat dihitung dengan mengkalikan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (DP PKB) dengan 10 persen. Tergantung tipe, harga Raize-Rocky dapat turun Rp 13,6-20,8 jutaan dengan adanya insentif ini dengan catatan peluncuran dilakukan sebelum 31 Mei, atau Rp 6,8-10,4 juta jika dirilis bulan Juni dan seterusnya.

Sudah siap meminang Raize-Rocky? Peluncuran duo SUV ini diperkirakan akan terjadi pada Mei atau Juni 2021, diproduksi lokal di pabrik Astra Daihatsu Motor di Karawang. Gebrakan Toyota-Daihatsu tak berhenti sampai situ. Di akhir tahun, Toyota-Daihatsu dikabarkan masih akan mengeluarkan satu produk MPV baru.